Merinding! Ini 5 Fakta Menarik Film Pengabdi Setan 2 Communion

1339
Merinding! Ini 5 Fakta Menarik Film Pengabdi Setan 2 Communion
Sumber:Ig/@pengabdisetan2film

Merinding! Ini 5 Fakta Menarik Film Pengabdi Setan 2 Communion – Pekan lalu, film horor fenomenal Pengabdi Setan 2 Communion resmi tayang di seluruh bioskop di tanah air.

Masih menceritakan mengenai kisah keluarga Mawarni Suwono yang dibayang-bayangi dengan ilmu hitam, sekuelnya kali ini akan mengambil setting di rumah susun yang angker.

Lokasi Syuting di Tempat Angker

Merinding! Ini 5 Fakta Menarik Film Pengabdi Setan 2 Communion
Sumber: IG/@localpridesolutions

Masih dibintangi oleh Tara Basro, Pengabdi Setan 2 Communion mengambil latar di sebuah rusun kosong yang telah ditelantarkan selama 15 tahun lamanya.

Saat proses syuting, seluruh pemain serta kru film dilarang untuk naik ke lantai 7. Konon kabarnya orang yang nekat naik ke lantai 7 akan pulang dengan keadaan tidak sadarkan diri bahkan kesurupan.

Ibu Kembali Hadir

Merinding! Ini 5 Fakta Menarik Film Pengabdi Setan 2 Communion
Sumber: IG/@tarabasro

Dikisahkan meninggal pada film pertamanya, pada sekuelnya ini Joko Anwar memastikan akan ada kemunculan ibu Mawarni yang siap memicu detak jantung.

Tak hanya itu, film berbudget fantastis ini akan menghadirkan banyak teror dan kejutan yang sangat mencekam.

Ratu Felisha sebagai Spotlight

Sumber : IG/@pengabdisetan2film

Pada penayangan di minggu pertama, Pengabdi Setan 2 Communion telah berhasil meraup 1.000.000 lebih penonton.

Salah satu yang menjadi daya tarik film ini adalah kembalinya artis cantik Ratu Felisha ke dunia layar lebar.

Baca Juga : Drama Korea Populer Tapi Kena Denda, Bahkan Ada yang Dinilai Terlalu Sadis

Teknologi DMR

Sumber: Ig/@jokoanwar

Masih disutradarai oleh Joko Anwar, Pengabdi Setan 2 Communion merupakan satu-satunya film horor di Asia Tenggara yang menjalani proses Digital Remastering (DMR) dengan menggunakan teknologi IMAX.

Menggunakan Cahaya Natural

Sumber: Ig/@kikinarend

Film yang membutuhkan waktu penggarapan lebih dari 3 tahun ini dibuat secara serius dan sangat mendetail oleh Joko Anwar. Berbeda dari film pada umumnya, Joko Anwar sengaja mengambil pencahayaan yang natural.

Pada sebuah adegan dimana Toni terjebak dalam sebuah kegelapan ia hanya menggunakan lilin sebagai sumber cahaya satu-satunya. Teknik ini ia lakukan agar penonton benar-benar merasakan nuansa horor yang nyata tanpa dibuat-buat.

Previous articleBikin Meleleh, Ini Cara Kevin Sanjaya Melamar Anak Konglomerat Indonesia
Next articleEmosi! Ini Alasan Dewi Perssik Ogah Layani Angga Wijaya