Momen Navy Seal Ngeri Lihat Denjaka Tembak-Tembakan Dari Jarak Dekat Dengan Peluru Tajam

434

Membandingkan militer Indonesia dan Amerika memang adalah hal yang konyol. Bukan pesimis, tapi dari data yang ada, Indonesia memang kalah jauh. Amerika ada di peringkat pertama dunia dan kita menduduki rangking 14 menurut data Global Fire Power tahun 2016.

Selain bicara peringkat, di hampir semua aspek kita juga harus mengakui bahwa kita kalah telak. Mulai dari jumlah tentara aktif, koleksi alutsista sampai kepemilikan senjata nuklir.

Tapi bicara soal pasukan elit, tunggu dulu. Pasalnya, banyak pasukan elite Indonesia yang diakui oleh Amerika. Contohnya saja Denjaka (Detasemen Jala Mangkara) yang oleh Amerika disebut kualitasnya lebih oke dari Navy Seal yang katanya adalah pasukan elit terbaik di muka bumi.

Ini bukan hiperbolis, tapi faktanya, para Anggota Navy Seal sendiri sudah pernah bilang kalau para personil Denjaka isinya memang orang gila semua. Setidaknya, ada alasan kenapa mereka bisa katakan demikian, sebab para anggota Navy Seal secara rutin melakukan latihan bersama Denjaka dan mereka kerap dibuat geleng-geleng kepala jika melihat latihan pada personel Den Jaka yang tergolong ekstrem dan sangat berbahaya.

Ambil contoh, para personel Denjaka biasa melakukan latihan menembak sasaran jarak dekat dan saling berhadap-hadapan menggunakan peluru tajam, melakukan demo penerjunan dari udara untuk membebaskan sandera dengan cara terjun di atas atap gedung atau kapal kecil yang sedang melaju kencang di tengah laut.

Sebagai pasukan khusus yang dibentuk TNI AL, para personel Denjaka memang merupakan orang-orang pilihan dan terbaik di satuannya. Bahkan, para anggota Denjaka ini adalah para personel terbaik yang semula sudah bertugas di pasukan khusus TNI AL, yakni Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Intai Amfibi Marinir (Taifib).

Eksistensi Denjaka sebagai satuan antitero aspek laut TNI dimulai sejak diterbitkannya SK KSAL No.Skep/2848/XI/1982 tertanggal 4 November 1982. Isinya berupa pembentukan pasukan khusus angkatan laut yang tugasnya menanggulangi bermacam bentuk teror yang terjadi pada aneka wahana transportasi laut sipil, kapal perang TNI AL, maupun instansi penting yang berada di tepi pantai atau tengah laut.

Ancaman yang dimaksudkan bisa berupa aksi Klandestin, Sabotase, penyanderaan oleh perompak ataupun pembajakan kapal milik Indonesia. Adapun fasilitas pendidikan di Denjaka bisa dibilang sangat lengkap karena ada bangunan yang bisa dipakai mensimulasikan lautan, kapal perang, kapal selam, hutan belantara, rawa-rawa, bangunan untuk latihan perang antiteror, dll.

Selain metode pencapaian sasaran lewat teknik lintas udara (Combat Free Fall), para personel Denjaka juga ditekankan untuk menguasai metode bawah air (Combat Diving) dan lintas atas air senyap, baik dengan berenang (combat swimming) maupun menggunakan perahu karet.

Dengan kesemuanya ini, sudah bisa diketahui bahwa satuan elit ini akan banyak bertempur di tempat yang bermatra lautan. Dan selain penguasaan ilmu bertempur, Denjaka juga dibekali ilmu kejiwaan dan analisa situasi khusus. Sebelum melancarkan serangan, biasanya diajukan tim pendahulu yang bertindak sebagai negosiator dengan penjahat, teroris atau perompak.

Disamping tujuannya biar tahu apa yang dituntut, dari negosiasi ini juga Denjaka bisa mengukur berapa lama waktu yang unit serbu butuhkan untuk melumpuhkan teroris. Jadi negosiator Denjaka ini bertugas membaca peta kekuatan musuh, tipu muslihat sekaligus kelemahan mereka.

Bila upaya negosiasi berjalan buntu, maka Unit Serbu segera dikerahkan. Terbagi dalam tiga tim, air, bawah air dan lintas udara, setiap tim akan beranggotaka 12 prajurit dengan spesialisasi beragam, seperti penjinak bom, medis, ahli komunikasi elektronik, termasuk handal dalam teknologi informasi.

Dengan ketiga tim ini, Denjaka akan membutuhkan waktu sejak masuk ke lokasi penyerangan dengan menggelar serangan dadakan hingga evakuasi personel tak kurang dari 15 menit.

Tak hanya operasi antiteror dan anti sabotase, Denjaka juga kerap dilibatkan dalam operasi rahasia jenis lain berdasarkan perintah langsung Panglima TNI. Dan hingga kini, keberadaan satuan ini terkesan dirahasiakan, bahkan penugasannya pun acap kali tak diakui atau tercatat resmi di markas besar TNI.

[zombify_post]

Previous articleSalah Kaprah, 7 Merek Produk Ini Sering Jadi Nama Barang
Next article5 Makanan yang Sedang Trending, Bisa Jadi Peluang Bisnis