Nadiem Imbau Seluruh Pemda Segera Buka Sekolah Terbatas

133
Nadiem Imbau Seluruh Pemda Segera Buka Sekolah Terbatas
Photo By: visi.news

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim kembali menghimbau pemerintah daerah untuk segera memulai pembelajaran offline.

Pembelajaran tatap muka di sekolah ini tetap harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ketat.

Nadiem juga menyebutkan bahwa pelajar banyak yang terhambat pembelajarannya akibat terlalu lama menjalani belajar jarak jauh dengan berbagai kendala. Akibatnya beberapa dari mereka terancam ketinggalan pelajaran.

Imbauan Membuka Sekolah Tatap Muka

“Sekali lagi, saya imbau, kepada seluruh satuan pendidikan. Jika Ibu dan bapak guru serta tenaga pendidikan sudah divaksinasi, mohon segera memberikan opsi PTM terbatas.” Tutur Nadiem, dalam seri Webinar Guru Belajar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Jum’at 28 Mei yang lalu yang dilansir dari suara.com.

Nadiem juga mengungkapkan bahwa banyak pelajar yang mengadu kepadanya meminta sekolah dibuka kembali karena merasa kesulitan dengan PJJ.

“Saya masih cukup sering mendengar keluhan para pelajar yang ingin kembali  bersekolah. mereka bertanya kapan sekolah dibuka lagi, kapan bisa bertemu guru dan teman-teman. Hal itu membuktikan anak-anak kita sudah tidak sabar.” Ungkapnya.

Akibat Belajar Jarak Jauh (online)

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga kependidikan kemendikbudristek Iwan Syahril juga menambahkan resiko menjalani Pembelajaran jarak jauh.

PJJ selama Covid-19 akan menurunkan bahkan menghilangkan kompetensi pendidikan Pelajar (Learning loss). Jika itu terjadi, akan membutuhkan waktu 9 tahun untuk kembali mengejarnya.

Baca juga : Tim Bulu Tangkis Indonesia Dipaksa Mundur dari All England

“Learning loss berakibat pada penurunan penguasaan kompetensi peserta didik yang memiliki dampak jangka panjang.

Bahkan, diprediksi bisa sampai puluhan tahun. Untuk memperbaiki kondisi saat ini  dibutuhkan kehilangannya diprediksi bisa sampai 9 tahun” Ungkap Iwan.

Diketahui, Presiden Joko Widodo meminta vaksinasi 5 Juta lebih guru sudah bisa selesai pada Juni 2021.

Sehingga, pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan di sekolah sudah dapat dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2021/2022.

Kementerian kesehatan sendiri menargetkan total sasaran penerima vaksin dari pendidik (guru, dosen, tenaga pendidik) di seluruh Indonesia berjumlah 5.058.585 orang pada vaksinasi tahap kedua ini.

Sementara Nadiem menyebutkan bahwa baru 25% sekolah yang sudah mulai membuka pembelajaran tatap muka.

Tentu saja angka ini sangat kecil, sebab pemerintah pusat sudah memberikan wewenang kepada daerah untuk membuka sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan katak sejak Januari 2021 yang lalu.

Nadiem menjelaskan dalam Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tentang sekolah di masa pandemi disebutkan bahwa keputusan terakhir buka sekolah diserahkan penuh kepada orang tua/wali murid.

Dalam SKB tersebut mewajibkan sekolah tetap memberikan dua opsi yaitu, pembelajaran tatap muka (offline) atau jarak jauh (online) sesuai dengan izin orang tua/wali murid.

Previous articleSimak Mitos dan Fakta Menarik Seputar Jaringan 5G
Next articleJarang Tersorot, 5 Artis Ini Pindah Profesi Jadi Pengacara