Nadiem Makarim: Semua Sekolah Wajib Belajar Tatap Muka di Juli 2021

77
Semua Sekolah Wajib Belajar Tatap Muka di Juli 2021
Photo By: inibaru.id

Dilansir dari Kompas.com, mendikbud Nadiem Makarim telah menegaskan bahwa semua sekolah harus sudah bisa membuka pelajaran dengan tatap muka mulai Juli 2021.

“Jadi Bukan diterapkan di Juli 2021, tapi aspirasinya semua sekolah sudah belajar tatap muka di Juli 2021. Hal itu sesuai keputusan SKB 4 Menteri” ungkap Nadiem secara online pada Selasa 30 Maret 2021 yang lalu.

Nadiem juga mengatakan bahwa Belajar tatap muka ini sudah dapat dilaksanakan saat ini, setelah keputusan SKB 4 Menteri telah ditetapkan. Pembukaan belajar tatap muka di sekolah ini, Menurutnya sejalan dengan program vaksinasi bagi guru, dosen, dan tenaga kependidikan yang masih terus berjalan. Perlu di ketahui, program Vaksinasi bagi guru, dosen dan tenaga kependidikan ini ditargetkan dapat selesai di akhir Juni 2021.

“Jadi Bukan di Juli mulai dibuka, tapi mulai hari ini. jadi bagi guru dan tenaga kependidikan sudah di vaksinasi, maka dapat belajar tatap muka” Tegas Nadiem.

Setiap sekolah yang membuka pelajaran secara tatap muka, kata Nadiem, harus tetap wajib memenuhi daftar periksa dan selalu menerapkan protocol kesehatan. Sedangkan sekolah yang memang sudah membuka belajar tatap muka, tetap dapat melanjutkan tatap muka, dan tidak perlu ditutup kembali belajar tatap mukanya. “Jadi 22 persen sekolah yang sudah belajar tatap muka, itu silakan lanjut. Tapi tetap dengan protocol kesehatan yang sudah jelas” ungkap Nadiem.

Kapasitas Belajar Tatap Maka

Nadiem juga menyebutkan bahwa kapasitas belajar tatap muka disekolah ini sebesar 50%. Maka dari itu, sekolah harus tetap membuka pembelajaran jarah jauh (PJJ) dari rumah siswa masing-masing. Nadiem juga menekankan bahwa ketentuan belajar tatap muka siswa ini ada di tangan orang tua siswa. “jadi orang tua dapat memilih, apakah anaknya belajar tatap muka atau PJJ dari rumah” terang Nadiem Makarim.

Guru jadi Prioritas Vaksinasi

Nadiem Makarim pernah mengatakan bahwa guru serta tenaga kependidikan akan menjadi prioritas dalam program Vaksinasi nasional tahap kedua. Hal ini disebabkan karena siswa dan siswa sudah terlalu lama tidak belajar tatap muka di sekolah.

“Jadi Esensinya itu, sekolah merupakan salah satu sector yang sampai sekarang belum tatap muka. Dan risiko PJJ yang terlalu lama itu sangat besar” Ungkap Nadiem.

Selain itu, risiko Pembelajaran Jarak Jauh ini sangat berisiko besar bagi siswa. Maka dari itu, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan mengambil tindakan cepat dan gesit, agar guru serta tenaga kependidikan dapat memperoleh vaksinasi. Nadiem juga mengatakan bahwa belajar tatap muka di sekolah ini mungkin tidak 100 persen akan dilakukan.

“tapi akan terjadi dua kali seminggu atau tiga kali seminggu. Tapi dengan sistem, protocol kesehatan yang harus dijaga” Jelas Nadiem Makarim.

Previous articleSebelum Mabes Polri, Ini Deretan Aksi Teror Yang Incar Kantor Polisi
Next articleSBMPTN di Depan Mata, Inilah 8 Jurusan di UI yang Minim Pesaing