New Normal, Tetap Menjadi Kaum Perebahan Atau Menjadi Kaum Perubahan?

47

Tidak bisa dipungkiri memang imbas dari wabah Covid-19 ini mengakibatkan perubahan dari berbagai aspek kehidupan. Dari mulai kondisi lingkungan, ekonomi hingga aktivitas keseharian manusia sekalipun. Karena memang wabah yang universal ini amat meenakutkan bagi manusia yang penyebarannya tidak bisa dilihat oleh kasat mata dan amat mematikan jikalau ada manusia yang bisa tertular virus tersebut.

Oleh karenanya, kondisi tersebut mengharuskan setiap orang untuk tetap berdiam diri di rumah, menghabiskan waktu di rumah, dan bekerja ataupun belajar di rumah sampai kondisinya memang benar-benar stabil. Karena hal tersebut dilakukan semata-mata untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas.

Selang beberapa waktu, kondisi mulai bisa dikatakan tidak seburuk dari awal datangnya wabah tersebut. Belajar dari pengalaman hidup yang buruk bagi setiap orang yang memang sangat berdampak bagi kondisi bumi, kini setiap orang mencoba untuk memulai tatanan hidup normal kembali namun dengan memperhatikan kebersihan serta kesehatan yang paling utama, dalam hal ini dapat dikatakan tatanan hidup baru atau sering kita kenal dengan istilah New Normal.

Mungkin selama pendemi yang mengaharuskan setiap orang untuk tetap berada di dalam rumah, bagi sebagian orang itu memanfaatkannya untuk sekedar menjadi kaum perebahan. Beristirahat panjang dengan rebahan setiap hari guna menyegarkan kembali badan dari segala aktivitas padat sebelum wabah Covid-19 datang dan mengubah tatanan hidup setiap orang.

Akan tetapi, apakah ketika New Normal sudah datang kita harus tetap saja menjadi kaum perebahan? Sedangkan kebutuhan hidup harus tetap tercukupi guna bisa bertahan hidup di tengah kerasnya hidup pada zaman sekarang ini. Dimana sekarang ini barang canggih dan mahal sudah tersebar dimana mana dan semuanya tidak serba gratis.

Mengahadapi New Normal, tentunya kita harus berfikir kritis bagaimana untuk tetap bisa beraktivitas di tengah pendemi ini namun juga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada. Setidaknya kita merubah rutinitas hidup kita yang tadinya kaum perebahan kini kita coba menjadi kaum perubahan. Ya, perubahan dalam hal aktivitas guna mencukupi kebutuhan hidup di tengah pendemi.

Memulai dari hal kecil namun berbuah hal yang besar

Terkadang ketika kita ingin melakukan sesuatu terkadang pikiran kita hanya tertuju kepada hasil, bagaimana caranya agar bisa mengahasilkan sesuatu yang besar dan mengejutkan. Namun tanpa kita sadari bagaimana caranya untuk menggapai hal tersebut. Segala sesuatu itu tidak bisa kita capai secara intsan, semuanya butuh proses.

Mulailah dari hal yang kecil terlebih dahulu, karena siapa tahu dari hal yang kecil itulah nantinya kita bisa mendapatkan hasil yang besar dan menguntungkan bagi diri kita sendiri. Seperti contohnya ketika kita ingin melakukan usaha ketika selama melakukan aktivitas di New Normal ini. Mulailah dari usaha kecil-kecilan terlebih dahulu, jangan kita berfikiran untuk langsung mencoba ke hal yang besar dan membutuhkan biaya yang amat besar pula.

Seperti memulai usaha online atau berjualan pulsa secara online dengan modal yang kita kumpulkan selama hanya berada di dalam rumah saja. Karena memang selama kita hanya berada di dalam rumah otomatis pengeluaran akan berkurang meskipun memang harus terkuras juga oleh kebutuhan sehari-hari.

Tapi setidaknya dari sana kita bisa menabung sedikit demi sedikit yang nantinya hasilnya bisa kita pakai untuk menjalankan usaha ketika New Normal tiba. Ingat jangan jadikan alasan pendemi ini untuk sekedar menjadi kaum perebahan sehingga kita hanya bermalas-malasan di tengah kebutuhan hidup yang emamng harus tetap terpenuhi.

Merubah pola hidup boros selama masa pendemi

Mengingat rapuhnya kondisi perekonomian di tengah pendemi ini, tentunya kita harus berfikir kritis bagaimana mengantisipasinya agar kita bisa tetap bertahan hidup dan segala kebutuhan pun tetap terpenuhi. Apalagi ketika New Normal ini, dimana aktivitas sudah mulai normal dengan tatanana kehidupan baru yang diterapkan. Tentunya kita harus bisa mempunyaii skala prioritas dalam hal keuangan kita.

Terlebih memang salama pendemi, income kita terbilang menurun dari hari-hari normal biasanya semenjak pendemi ini datang. Maka dari itu kita harus mensiasatinya dengan tidak hidup boros dan menghambur-hamburkan uang hanya karena untuk kebutuhan yang memang tidak bbermanfaat sama sekali. Cukuplah kita gunakan uang kita untuk kebutuhan pokok kita sehari-hari.

Bagaimana menurut anda, apakah New Normal ini masih anda pakai untuk menajdi kaum perebahan saja karena memang kondisi yang belum sepenuhnya stabil. Atau mungkin ingin bergegeas menjadi kaum perubahan dalam menyambut New Normal ini?

[zombify_post]

Previous articleMengaku Anak Kostan? 2 Tips Ini Mungkin Perlu Dicoba
Next articleOlahan Daging Yang Wajib Dicoba Menjelang Idul Adha