Nyaman Jualan Balon, Pria Lulusan S2 Ini Resign Sebagai Manager

Seorang penjual balon di Pontianak mendadak menjadi jadi viral setelah seorang netizen mengungkapkan latar belakangnya. Ya, penjual balon bernama Supriyanto itu kali pertama viral ketika tertangkap oleh akun TikTok @hobbymakan.id.

Saat ditanya seputar pekerjaannya, Supriyanto mengaku bahwa dirinya adalah lulusan S2. Bikin takjub netizen, Supriyanto pun diundang ke acara televisi untuk menceritakan kisahnya.

Supriyanto dikatakan adalah mantan manajer HRD di perusahaan swasta yang berdomisili di Jakarta. Pada 2019 kemarin, Supriyanto mengungkapkan bahwa dirinya mendapat mimpi untuk segera hijrah (berpindah tempat). Pria 54 tahun itu pun kemudian memilih Pontianak, Kalimantan Barat untuk memulai hidup baru.

Berawal dari sinilah, Supriyanto mulai menekuni pekerjaan barunya sebagai tukang balon yang ternyata dianggapnya lebih nyaman bahkan cenderung lebih menghasilkan ketimbang dirinya harus menjabat sebagai manajer.

Dalam acara talkshow ‘Hitam Putih’, Supriyanto mengungkapkan alasan sebenarnya ia memutuskan meninggalkan profesinya sebagai seorang manajer.

“Istilahnya saya ingin hijrah karena sudah lelah dengan kemunafikan dalam pekerjaan dan banyaknya kendala. Awalnya saya nggak tahu, tahu-tahu bisa sampai Pontianak karena saya bingung dan dapat petunjuk untuk hijrah.” ucap Supriyanto.

“Awalnya ingin cari pekerjaan di Pontianak ternyata nasib merubah saya menjadi tukang balon karena tas saya untuk persiapan cari kerja hilang,” katanya dalam acara yang dipandu Deddy Corbuzier tersebut.

“Anak istri sudah meninggal karena kecelakaan, itu juga yang membuat saya hijrah untuk melupakan masa lalu biar enjoy lagi, fokus, lalu hijrah ke Pontianak. Karena masalah bertubi-tubi setelah kematian istri anak, dalam pekerjaan digonjang-ganjing, usaha gagal, saya bertanya ada apa? Setiap malam solat (dalam mimpi diminta) pergilah, hijrahlah,” jelas Supriyanto lagi.

Supriyanyo yang diketahui lulusan S2 jurusan biologi tersebut mengaku mendapat masalah bertubi-tubi dalam hidupnnya. Setelah istri dan anaknya meninggal karena kecelakaan, ia mengalami kesulitan dalam pekerjaan, hingga gagal ketika buka usaha.

Di momen itulah, Supriyanto lalu berdoa dan diberi mimpi untuk hijrah dan akhirnya memilih Pontianak karena tiketnya murah. Sesampainya di sana, apesnya ia malah kehilangan tas berisi berbagai dokumen untuk mencari kerja.

“Waktu bingung di pelabuhan ada orang yang memperhatikan saya, waktu itu entah orang baik atau jahat. Saya bingung mau tidur di mana, uang nggak ada lalu diajak ngobrol dan mereka berunding, apa saya tidak tahu. Lalu dipertemukan dengan pakde-pakde penjual balon.” pungkas Supriyanto.

Supriyanto pun kini tidak memandang dirinya sebagai seorang mantan manajer lulusan S2. Ia mengaku mau bekerja apapun asal tidak terlalu menguras fisik. Dan tak salah memang Supriyanto memilih jadi tukang balon karena penghasilannya per bulan ternyata bisa lebih menguntungkan.

“Nggak malu yang penting halal dan nggak nyusahin orang. Penghasilan kalau lagi ramai Rp 600 ribu sehari, pas idul fitri saya dapat Rp 1,7 juta. Jualnya Rp 15 ribu modal Rp 10 ribu. Ada gulali, popcorn juga, jadi satu sepeda itu penuh.” ungkap Supriyanto lagi.

Kini, Suproyanto yang pernah mencoba berjualan bakmi hingga usaha bank keliling itu pun mengaku lebih menikmati dan nyaman dengan pekerjaan sebagai tukang balon.

“Lebih nyaman jual balon, yang penting kan duitnya, keren kalau duitnya nggak ada percuma,” tutur Supriyanto yang sudah bisa membeli tanah satu kavling setelah berjualan balon dan makanan itu.

Supriyanto mengaku bisa mendapat cuan hingga Rp 9 juta dari jualannya. Kini dengan modal yang dimilikinya, ia terpikir untuk membuka usaha kuliner di Pontianak dan tidak berniat lagi untuk kembali bekerja sebagai pekerja kantoran.