Orang Ini Dulunya Terkenal, Nasibnya Sekarang Bikin Mewek

Dunia tak selamanya indah. Ketika kamu merasa sudah berada di puncak dan yakin tak ada yang bisa menjatuhkan kamu selain Tuhan, maka percayalah, saat itulah sebetulnya ujian atau musibah akan segera datang. Makanya, sikap seperti itu jelas sebuah pantangan.

Setiap manusia sudah sepatutnya tidak takabur dan selalu bersyukur. Selain itu, kamu juga harus bisa memanfaatkan setiap rezeki yang Tuhan titipkan dengan sebaik-baiknya/

Terkadang, hilangnya kejayaan tak hanya lantaran kesombongan, tapi juga tak pernah ada rasa syukur seperti sosok-sosok berikut ini. Sebagian dari mereka mengalami kepahitan hidup karena tidak mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan kepadanya. Ia pada akhirnya harus bertanggung jawab sendiri atas kesulitan himpitan ekonomi yang mereka alami saat ini.

Norman Kamaru

Pernah menggeluti salah satu profesi yang paling diidamkan pemuda di negeri ini yakni sebagai seorang anggota Polri, Norman nekat terjun ke dunia hiburan. Semuanya berawal dari video lipsync yang viral dimana ia meniru goyangan salah satu artis India dengan tujuan menghibur rekannya.

Aksinya kala itu mengundang banyak reaksi dari masyarakat Indonesia. Dan rata-rata memberikan apresiasi positif karena dianggap sudah merubah citra kepolisian dari kesan sangar dan kaku.

Norman pun mulai diundang ke berbagai stasiun televisi untuk wawancara. Pada prosesnya, Norman memutuskan berhenti sebagai anggotan kepolisian dari Brimob Polda Gorontalo karena merasa lebih nyaman berkarier di dunia hiburan.

Sayang, kemantapan hati Norman untuk terlibat penuh dalam dunia keartisan tak dibarengi dengan kemampuan yang mumpuni. Usai berhenti sebagai polisi, pamornya meredup cepat, karena publik sudah bosan dan mungkin muak dengan keterampilannya yang hanya itu-itu saja. Kini Norman melanjutkan hidup dengan menjual bubur manado di salah satu kawasan di Jakarta.

Septi Saroinsong

Septi adalah mantan anggota DRPD Minahasa dari fraksi partai Gerindra. Semasa menjabat di kursi empuk, ia dikenal lantang menyuarakan aspirasinya yang katanya pro rakyat. Usut punya usut, ternyata hal itu dilakukannya untuk mencari keuntungan buat dirinya sendiri.

Sempat kesana kemari setelah tak menjabat, kini Septi punya profesi baru, yakni sebagai kepala lingkungan. Tugas utamanya kurang lebih menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan setempat. Ia bahkan kerap mendapat tugas sebagai pengangkut sampah.

Sejak sore sampai malam hari, Septi mulai berkeliling mengambil sampah-sampah di kompleks perumahan yang menjadi wilayah kerjanya. Gajinya sebagai kepala lingkungan tentu bak langit dan bumi ketika ia menjabat sebagai anggota dewan.

Ken Ken

Di masa jayanya, jika dibandingkan dengan sinetron sekarang, bolehlah kita menyebut si Ken Ken pemerang Wiro Sableng ini mempunyai tingkat kepopuleran setara atau melebihi Si Boy anak jalanan, alias Ongky Alexander. Kala itu, Ken Ken bahkan bisa mengoleksi beberapa rumah mewah dan kendaraan roda empat.

Tragisnya, Ken Ken malah lupa daratan dan memilih menjerumuskan dirinya ke kehidupan yang hura-hura dan terperosok dalam jurang narkoba. Akibat gaya hidup hedonis, Ken Ken sampai harus menjual semua kekayaannya yang dulu ia peroleh dari hasil kerja keras.

Alhasil, saking menderitanya sekarang, Ken Ken diberitakan untuk makan sehari-hari saja sulit. Untuk bepergian ia kadang harus ngutang dulu sana sini atau numpang dengan temannya.

So, buat kamu semua, percayalah, roda nasib itu berputar tak tentu arah. Kita hanya perlu berikhtiar untuk terusengupayakan yang terbaik sembari senantiasa bersyukur atas semua kebaikan yang sudah Tuhan berikan selama ini.