Parah! PNS Ini Bolos Kerja 15 Tahun, Tapi Tetap Digaji Full

98
Parah! PNS Ini Bolos Kerja 15 Tahun, Tapi Tetap Digaji Full
Ilustrasi, Foto: Dok Detik Finance

Baru-baru ini ada sebuah kisah yang viral dan menuai banyak sorotan. Ya, seorang pria yang diketahui bekerja di sebuah rumah sakit yang terletak di Kota Catanzaro, Italia, yakni Rumah Sakit Pugliese Ciaccio ternyata sudah tak masuk kerja alias bolos kerja selama kurang lebih 15 tahun lamanya.

Yang menarik kemudian adalah meski si pria yang tak disebutkan namanya itu tidak masuk kerja selama satu dekade lebih, pihak rumah sakit tetap rutin mengirimkannya gaji secara penuh.

Dilansir dari BBC, si pria tersebut tercatat sebagai pegawai negeri yang kebetulan bertugas di rumah sakit Pugliese Ciaccio Hospital. Terhitung sejak tahun 2005 silam, si pria PNS itu mulai tak masuk lagi kantor alias bolos kerja.

Menurut pernyataan pihak kepolisian setempat, saat ditempatkan dan ditugaskan di Rumah Sakit Pugliese Ciaccio Hospital, si pria itu disebut telah melakukan tindakan pengancaman terhadap mananje Rumah Sakit agar tidak melaporkan ketidakhadirannya.

Ia diklaim memaksa sang manajer agar terus mengisi absensinya sepanjang 15 tahun terakhir. Tapi sayang, aksi tipu-tipu si PNS tersebut harus berakhir setelah sang manajer yang diancamnya itu sudah masuk waktu pensiun.

Setelah pensiun, pihak Rumah sakit Pugliese Ciaccio Hospital lantas mengangkat seorang manajer baru yang diketahui bertugas di Divisi Sumber Daya Manusia (SDM). Setelah mempelajari laporan hasil dari manajer yang kemarin, sang manajer baru terkejut bukan kepalang.

Pasalnya, si pria itu didapati masih tercatat sebagai pegawai Rumah sakit Pugliese Ciaccio Hospital dan terus saja menerima gaji secara penuh, walaupun dirinya telah membolos bertahun-tahun lamanya.

Pria itu dilaporkan terus memperoleh gajinya selama 15 tahun dengan total pendapatan mencapai 538.000 poundsterling atau sekitar 464.000 dollar ASĀ  atau setara Rp 9,4 miliar dengan kurs sebesar Rp 17.485.

Pria itu sendiri pada prosesnya sudah ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan berkepanjangan atas ketidakhadiran dan dugaan penipuan di sektor publik Italia.

Saat ini, pria tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut atas tindakan penipuan, pemerasan, dan penyalahgunaan jabatan.

Enam manajer di RS tersebut juga sedang diselidiki sehubungan dengan dugaan ketidakhadiran.