Pidana 10 Tahun, 5 Miras Ini Dilarang Dikonsumsi, Termasuk Tuak

Dalam beberapa waktu terakhir, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Larangan Minuman Beralkohol (Minol) menuai banyak sorotan di mana-mana.

Bagaimana tidak, selain bertujuan untuk memberantas peredaran minuman keras dan sejenisnya di tengah-tengah masyarakat, tapi RUU Minol ini juga bakal menimbulkan konsekuensi hukum bagi siapapun yang didapati melanggar.

Bab IV tentang Ketentuan Pidana dalam draf RUU Larangan Minol melalui Pasal 18 hingga 21 menyebutkan, “produsen hingga penjual minuman beralkohol terancam pidana 10 tahun dan denda Rp1 miliar”.

Makanya, hal inilah yang membuat beberapa jenis miras yang bakal kita ulas di bawah ini terancam bakal dilarang dan hilang dari peredaran kalau sampai RUU Larangan Minol ini sampai disahkan.

Bir yang umum ditemui di pasaran

Peredaran bir di Indonesia termasuk mudah ditemukan karena banyak dijual secara bebas namun dibatasi untuk usia tertentu. Kadar alkoholnya sebenarnya terbilang rendah dibanding jenis miras lainnya, yaitu hanya berkisar 4 hingga 6 persen.

Meski demikian, peredarannya yang mudah ditemui membuat bir menjadi salah satu favorit bagi mereka yang hobi minum-minum. Alhasil, miras satu ini juga masuk dalam daftar larangan dikonsumsi ataupun diedarkan yang termaktub dalam RUU Minol.

Vodka

Kadar alkohol yang dimiliki oleh vodka sebagai minuman keras memang tergolong lumayan, yakni mulai dari 35 hingga 60 persen. Vodka yang sedianya cukup populer di hampir seluruh belahan dunia ini diketahui berasal dari sulingan gandum yang difermentasi dan sangat tenar di negara-negara yang memiliki musim dingin.

Karena tergolong minuman yang memabukkan, vodka secara otomatis menjadi salah satu jenis minuman beralkohol yang dibidik pemerintah dalam RUU Minol untuk dilarang beredar dan dikonsumsi.

Wiski dengan kadar alkohol 40 hingga 50 persen

Sama seperti vodka, wiski memiliki tingkat alkohol mulai dari 40 persen hingga 50 persen dan termasuk dalam kategori minuman beralkohol sangat tinggi.

Ya, Wiski yang diketahui merupakan minuman asal Republik Irlandia dan Skotlandia ini begitu populer di Indonesia sebagai salah satu sajian yang memiliki nilai prestise cukup tinggi karena harganya yang lumayan mahal.

Adapun merek-merek wiski yang banyak beredar Indonesia adalah Chivas Regal dan Irish Whiskey. Kesemuanya ini bakal masuk dalam daftar minumal beralkohol yang dilarang beredar di Indonesia dan masuk dalam daftar RUU Minol.

Soju asal Korea Selatan

Sesuai namanya, minuman asal Korea Selatan ini merupakan miras yang memiliki kadar alkohol mencapai 20 persen hingga 40 persen. Adapun bahan utama Soju diketahui berasal dari beras yang diolah melalui proses fermentasi, maupun bahan lainnya seperti gandum, barley, tapioka, dan ubi.

Minumal beralkohol Soju asal Korea Selatan ini sejatinya cukup populer di Indonesia karena keseringan muncul di tayangan drama Korea.

Tuak dan Ciu ikut dilarang dalam draft RUU Minol

Baik tuak maupun ciu, sebenarnya merupakan minuman tradisional yang begitu populer di tengah-tengah masyarakat Indonesia karena sangat mudah ditemui di warung-warung.

Untuk ciu, minuman ini memiliki kadar alkohol yang beragam, yakni mulai dari 20 persen, 50 persen, hingga 70 persen. Sama seperti ciu, tuak juga minuman yang mengandung alkohol dan banyak ditemui di daerah-daerah tradisional dan menjadi sajian khas di banyak daerah di Indonesia.

Jadi sobat sekalian, meski menuai banyak sorotan di mana-mana, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) soal Larangan Minuman Beralkohol ini nyatanya belum disepakati oleh seluruh fraksi di DPR.

Bahkan, anggota Fraksi Golkar John Kenedy Azi yang dikutip dari Kompas (17/11/2020) mengatakan bahwa hal tersebut berpotensi mematikan UMKM yang memproduksi minuman beralkohol.