Posesif, Penyebab dan Cara Mengatasinya

19
Posesif, Penyebab dan Cara Mengatasinya.
Photo By: infotipsbermanfaat.blogspot.com

Posesif, Penyebab dan Cara Mengatasinya – Posesif merupakan perilaku yang merasa memiliki dan bertendensi untuk mengontrol orang lain atau pasangan.

Perilaku ini pada biasanya diiringi perilaku yang mendominasi, memberikan banyak larangan, dan paling parah biasanya berkaitan dengan hubungan yang abusif.

Pada beberapa kondisi, perilaku posesif dianggap sebagai perilaku menyayang dan menggambarkan perasaan yang besar.

Namun, biasanya jika diiringi dengan rasa cemburu dan rasa insecure, perilaku ini akan menjadi perilaku posesif.

Pada sebagaian pasangan, perilaku ini bisa menjadi tantangan dalam hubungan mereka. Dikutip dari kompas.com, sebagian pasangan posesif menjadi tantangan dan tidak menghargai kebebesan pasangannya.

Contohnya mencurigai rahasia yang disimpan oleh pasangan atau tidak percaya ketika pasangan pergi keluar dengan teman-temannya.

Nah lalu, sebenarnya apa yang menyababkan seseorang berperilaku posesif? Apa gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut

Gejala Posesif

  1. Mudah menyalahkan orang lain jika tidak sejalan dengan pemikirannya.
  2. Tegus apda pendiriannya dan memiliki egosentris tinggi. Ditunjukkan dengan tidak bisa menerima pendapat orang lain.
  3. Membuat peraturan sendiri dan harus dipatuhi orang lain.
  4. Intelegensi emosional yang kurang baik, mudah marah, dan menyalahkan orang alin.
  5. Memiliki perilaku paternalisme, yaitu perilaku yang diyakini memberikan saran kepada orang lain namun harus dituruti.
  6. Percaya bahwa dirinya bisa membaca pikiran orang lain dan tahu yang terbaik untuknya.
  7. Dirinya tidak menyadari bahwa dia terlalu banyak mengatur orang laun.

Penyebab Perilaku Posesif

  1. Kasih sayang yang diterima saat kecil diberikan hanya sebagai hadiah jika berhasil mencapai sesuatu.
  2. orang yang tumbuh dan hanya dihargai hasil pencapaiannya bukan upaya yang dilakukannya.
  3. Orang yang kekurangan kasih sayang dan perhatian. Sehingga ketika mendapatkannya ia takut kehilangannya kembali lalu bersikap obsesif.
  4. Rasa takut berlebih segalanya tidak berjalan sesuai dengan keinginannya. Dia berusaha mengatur apa-apa yang menurutnya bisa dikontrol untuk mencegahnya terjadi.
  5. Kepercayaan diri yang rendah.
  6. Kehilangan yang mendalam di masa kecil seperti kehilangan orang tua.

Cara Mengurangi Posesif

  1. Percaya bahwa kamu berharga dan itu akan membua pasanganmu tetap setia padammu.
  2. Kontrol rasa cemburu dan perilaku mengatur.
  3. Menerima perasaan tidak menyenangkan yang terjadi di masa lalu.
  4. Mencari cara untuk meredakan kecemasan, seperti meditasi.
  5. Kontrol pikiran-pikiran buruk terhadap diri anda
  6. Diskusikan dengan pasangan mengenai perasaan yang dialam
Previous articleBTS Jimin Menjadi Idol yang Terpopuler Selama 32 Bulan Berturut-turut
Next articleAurel Hamil! Ini Alasan Atta Sempat Rahasiakan Kehamilan Aurel