Potret Upaya Warga Dalam Mengahadapi New Normal

59

 Belum lama ini, dunia dibuat takluk oleh munculnya wabah Covid-19 yang menyebar dengan cepat dan universal. Namun seiring dengan berjalannya waktu, angka penyebaran dan kematian akibat wabah Covid-19 ini  perlahan-lahan mulai menurundan tidak sedikit warga yang terdampak perlahan-lahan mulai sembuh.

Hal tersebut tentu berdampak pada diberlakukannya New Normal di tiap negara. Mungkin sebagian orang masih adayang bertanya-tanya, apa itu New Normal? New Normal sendiri mengandung arti tatanan baru di tengah pendemi Covid-19 guna mendorong masyarakat agar tetap menjaga produktivitas di tengah pendemi ini.

Diberlakukannya New Normal memberikan dampak tersendiri bagi usaha kalangan masyarakat yang memang semenjak adanya lockdown mengharuskan penutupan sementara tempat usahanya. Dari mulai pertokoan, pasar, tempat pariwisata dan caffe-caffe terkena dampak akibat pendemi Covid-19 ini.

Selang beberapa bulan semenjak kemunculan pendemi ini, aktifitas warga perlahan-lahan mulai normal kembali berkat adanya new normal ini, dari mulai dibukanya pertokoan, tempat jual beli (pasar ), caffe, beberapa tempat wiasata, juga alat transportasi umum yang sempat ditutup sementara pengoperasiannya akibat pendemi karena diharuskannya physical distancing.

Namun, meskipun begitu, selama melakukan berbagai aktifitas diluar rumah karena memang harus menjalankan usaha demi pemenuhan kebutuhan hidup, setiap warga juga harus memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Oleh karena itu, berbagai upaya pun bermunculan dari warga sebagai respon dari anjuran pemerintah yang tetap harus memperhatikan protokol kesehatan.

Berbagai keunikan potret upaya warga dalam menghadapi new normal ini bisa kita jumpai sehari-hari. Karena ada sanksi tersendiri bagi warga yang tidak memperhatikan protokol kesehatan saat melakukan aktifitas di luar selama masa pendemi.

Pemberian Sekat Pada Tempat Duduk Alat Tranportasi Umum Yang Mulai Beroperasi

Semenjak penerapan new normal ini diberlakukan, memang banyak bermunculan kejadian unik dan kreatif yang dilakukan oleh warga dalam menghadapi new normal. Sejumlah alat transportasi mulai beroperasi namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan sebagai anjuran dari pemerintah. 

Salah satunya angkot, siapa yang tidak mengenal alat transportasi umum ini. Hampir sebagian masyarakat menggunakan angkot sebagai alat transportasi segari-hari, karena memang dari segi biaya yang harus dibayar memang terbilang murah dan sesuai dengan pendapatan rata-rata masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Selama penerapan new normal, jumlah kapasitas penumpang dalam satu angkot dibatasi. Max 4 orang dalam satu angkot. Dimana satu orang berada di depan dan 3 orang berada di belakang. Karena memang harus adanya physical distancing antar penumpang angkot. 

Hal tersebut membuat ide kreatif antar sopir pun keluar. Bagaimana tidak, baru-baru ini banyak angkot yang menempatkan sekat di dalam angkotnya sebagai antisipasi dan juga penerapan physical distancing antar penumpang angkot.

Hal tersebut dilakukan karena para sopir angkot keberatan jikalau harus membatasi jumlah penumpangnya dengan alasan minimnya pendapatan. Oleh karena itu, dengan sigap, para sopir pun melakukan ide tersebut guna menstabilkan pendapatannya namun juga tetap memperhatikan kesehatan penumpangnya sesuai protokol kesehatan anjuran dari pemerintah.

Safetynya Para Ojol

Tidak ingin kalah dengan alat transportasi umum yang tetap safety selama beroperasi di tengah pendemi. Selama penerapan new normal, baru-baru ini para driver ojol memberikan keluasan dan keamanan bagi penumpangnya dengan memberikan sekat di belakangnya sebagai anjuran physical distancing dari pemerintah.  

                                                                                                                                              

Face Shiled Topi Sekolah 

Setelah sekian lama sekolah diliburkan dan diharuskan belajar di rumah, semenjak penerapan new normal sejumlah sekolah mulai dibuka kembali dan banyak anak-anak yang mulai masuk sekolah. Meskipun begitu, sejumlah sekolah tetap memperhatikan protokol kesehatan bagi anak-anak yang mulai mengikuti proses belajar di sekolah.

Baru-baru ini di setiap sekolah memberikan semacam face shiled yang dikenakan pada topi sekolah tiap anak guna antisipasi penyebaran Covid-19 yang makin meluas. Face shield ini disatukan dengan topi sekolah yang biasa anak-anak sekolah pakai. Dengan begitu, anak-anak dapat dengan mudah dan leluasa berinteraksi dengan safety sebagai antisipasi penyebaran wabah Covid-19.

[zombify_post]

Previous articleImbas Dari Wabah Covid-19, Sejumlah Perusahaan Merumahkan Karyawannya
Next articlePeluang Bisnis Dengan Menjadi Selebgram