Saatnya Kamu Angkat Dagu Dan Kepala, Jangan Terus Menyesalinya

Ketika hari ini udara panas semakin terasa untuk mendorong masuk kedalam pikiran, terdapat hal yang muncul berulangkali, seolah hal itu tak ingin berdamai dengan waktumu saat ini. Ya, itu adalah penyesalan dari beberapa sikap dan keputusan yang dulu pernah kamu jalani. Semua hal tersebut memang sudah berlalu jauh sekali, namun entah kepana kamu masih saja ingin disibukkan dengan kehadiran penyesalan tersebut berkali-kali.

Mau sampai kapan kamu bergelut dengan penyesalan? Ayolah, bangkit dan angkat kepalamu dengan tatap dan resapi semua alasan ini dan buat menjadi pelajaran untuk kedepannya.

Berandai-andai kalau saja dulu kamu nggak begini atau begitu hanya akan menuntunmu kembali kepada masa lalu 

Nasi telah menjadi bubur, itulah pepatah yang sering dan cocok diucapkan untuk hal ini. Tapi, bukan berarti kamu harus mengembalikannya menjadi butiran padi. Bukankah lebih baik kamu memberinya bumbu, melengkai dan mempercantiknya dengan berbagai hal baru hingga akhirnya layak untuk kamu nikmati. Seperti halnya dengan massa lalu, mengandaikannya saja hanya justru menuntunmu tetap ke masa lalu tanpa memikirkan masa depan. Padahal dudah ada maasa depan yang jauh lebih baik menantimu.

Penyesalan hanya akan membuatmu dibayang-bayang kesalahan yang sama. Padahal harusnya kamu telah memperbaikinya

Memang menyesali kesalahaan itu perlu adanya, toh hal itu akan membantumu dalam berbenah diri. Tapi, bukan berarti kamu harus terus meratapinya. Tegaskan ke dirimu bahwa saat ini kaamu harus tetap maju membenahi diri. Dan ingatkan kepada diri sendiri agar tidak menjadi keledai yang jatuh pada lubang yang sama. Karena penyesalan seharunya membuatmu untuk lebih awas serta mawas diri.

Rasa sesal malah akan membuat kesalahan yang lalu sulit untuk bermetamorfosis menjadi pelajaran baru

Sekali lagi kamu perlu mengingatkan dirimu bahwa menghentikan penyesalan bukanlah suatu hal yang sulit. Sebab untuk terus melangkah ke depan kamu membutuhkan pelajaran sebagai bekal. Usiamu juga terlalu muda untuk menjatuhkan diri pasa rasa sesal itu. Karena harusnya masa depanmu jauh lebih panjang dan berharga untuk mencapai tujuan hidup yang hakiki.

Penyesalan sama dengan menyalaahkan diri sendiri, kalau kamu terus begini kapan semangatmu dapat bangkit kembali

Memang kamu pernah salah, tapi kesalahanmu ini bukan kaca yang sudah pecah berkeping-keping dan tidak dapat diperbaiki lagi. Maka ubah kesalahanmu menjadi suatu pelajaran baru. Dengan demikian saat itu juga dengan sendirinya kamupun juga akan berhenti menyalahkan diri. Karena apabila kamu tetap menyesal dan terus menyalahkan diri, kapan lagi semangatmu akan bangkit? Bukankah jika ingin melanjutkan ke masa depan kamu perlu semangat yang kuat.

Membiarkan penyesalan terus hidup pada diri hanya akan membunuh harapan yang kamu miliki

Sudah menahan langkahmu, menekan pula semangatmu dan sekarang penyesalan masih harus membunuh harapan yang kamu miliki? Duuh ini akan menjadi suatau hal yang sangat membuatmu merugi, apabila memang harapanmu benar-benar mati. Sebab harapanmu itu adalah suatu sumber kehidupan yang mana tanpa harapan tersebut kamu tak lagi seperti seonggok daging tanpa nutrisi. Dan dirimu hanya akan terus terombang-ambing pada hal yang tak jelas tanpa perubahan yang bermakna.

Penyesalanmu tidak akan membalikkan semua hal yang telah terjadi. Cukup ambil kesalahan sebagai pelajaran dan tinggalkan penyesalan untuk menatap masa depan

Tutup matamu tarik nafas dalam-dalam dan ingat semua hal indah yang ada disekelilingmu saat ini. Bukankah mereka lebih nyata jika dibandingkan dengan semua hal yang kamu sesali? Karena mereka lebih nyata untuk kamu nikmati, kamu rangkul dan genggam.

Ketika kamu membuka mata pastikan penat tentang penyesalan hilang dan angkat dagu serta kepalamu, tersenyum dan sambut esok hari tanpa penyesalan apapun.