Stigma Salah Tentang Perempuan ini Harus Kamu Lawan

12
Stigma Salah Tentang Perempuan
Photo By: passionstory.fwd.co.id

Stigma Salah Tentang Perempuan ini Harus Kamu Lawan – Perempuan sering kali mendapatkan stigma yang salah dari masyarakat sehingga membuat mereka membatasi ruang geraknya.

Pemikiran bahwa perempuan harus di rumah, memasak, serta mengurus anak saja membuatnya tidak merasa hidup seutuhnya.

Ia selalu merasa bahwa ia tidak memiliki hak untuk memilih kehidupan seperti apa yang ia inginkan.

Walaupun saat ini sudah  banyak yang mulai melawan stigma ini, nyatanya perjalanan untuk benar-benar lepas dari stigma memang masih panjang. Hal ini dikarenakan budaya patriarki yang telah melekat dari dulu.

Nah, berikut ini merupakan stigma salah tentang perempuan yang harus kamu lawan, yaitu di antaranya:

Perempuan Tidak Perlu Sekolah Tinggi-tinggi

Stigma ini tentu saja salah besar ya. Perempuan bermasuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya sesuai yang dia inginkan.

Akan berada di mana pun kamu nantinya, pendidikanmu tidak akan sia-sia. Justru ilmu yang kamu dapat bisa berguna untuk dirimu, lingkungan sekitarmu, dan generasi penerusmu kelak.

Perempuan Tidak Perlu Bekerja dan Mengejar Karier

Perempuan yang bekerja dan mengejar karier, seringkali dianggap  sebagai sebuah kesalahan dan terlalu ambisius.

Sebab, menurut stigma yang ada, lebih baik yang bekerja adalah laki-laki karena tugasnya mencari nafkah.

Kamu harus ingat, siapa pun berhak bekerja utnuk mengejar karier sesuai dengna yang kamu mau. Termasuk perempuan yang telah berumah tangga.

Perempuan tidak Cocok jadi Pemimpin

Kembali pada budaya Patriarki yang menempatkan laki-laki lebih tinggi dari perempuan, maka stigma ini pun muncul.

Selain itu ada pula yang mengaitkan hal ini dengan sistem reproduksi perempuan yaitu, menstruasi.

Perempuan yang sedang menstrusi dianggap sedang berada siklus terlemahnya, dan merasakan sakit pada tubuhnya. Hormon tak menentupun membuatnya menjadi emosian.

Hal ini dianggap sebagai hambatan perempuan menjadi seorang pemimpin. Karena jika sedang menstruasi ia dianggap tidak bisa bekerja dengan baik dan keputusan diambil berdasarkan emosi saja.

Berdasarkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) mengatakan Kepemimpinan perempuan nyata sangat esensial bagi kesejahteraan bangsa, bahkan dunia.

Hal ini perlu terus digelorakan dan digaungkan sehingga tertanam persepsi yang baru di dalam masyarakat.

Jadi tidak ada kata cocok bagi perempuan untuk menjadi seorang pemimpin ya.

Perempuan tak Boleh lebih tinggi dari laki-laki dalam hal apa pun.

Kamu harus ingat perempuan tidak perlu menurunkan kualitas dirinya hanya agar diterima oleh laki-laki.

Jika ada laki-laki yang tidak menerimamu karena kamu terlalu berpendidikan,gajimu besar, atau jabatanmu tinggi.

Itu artinya dia merasa tidak percaya diri. Kamu berhak mendapat laki-laki yang lebih matang pemikirannya.

Perempuan Seutuhnya adalah yang telah melahirkan anak

Anggapan perempuan belum menjadi perempuan seutuhnya jika belum punya anak juga sebuah kesalahan. Seperti apa pun dirimu, seperti apa pun keadaanmu, kamu adalah perempuan seutuhnya.

Stigma ini tentu saja membebani perempuan yang memiliki masalah reproduksinya. Perempuan yang belum memiliki anak karena masalah reproduksinya jadi harus merasa bersalah.

Jika kamu memiliki saudara atau teman mengalami masalah yang sama, maka sebaiknya dukung dia dan bantu meyakinkan bahwa itu bukan kesalahannya.

 

Previous article7 Kombinasi Makanan Ini Membantu Membakar Lemak
Next articleBaru Menikah, Rizky Billar Dibuat Nangis Gara-Gara Ini