Subsidi Gaji Gelombang II Cair Akhir Oktober? Ini kata Menaker

Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau subsidi gaji gelombang II direncanakan akan dicarikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada akhir bulan Oktober 2020 ini. Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji ini nantinya akan disalurkan kepada para pekerja yang memiliki gaji di bawah Rp. 5 juta. selain itu, subsidi gaji karyawan dari Kemenaker ini juga diperuntukkan bagi karyawan yang memiliki BPJS Ketenagakerjaan.

Kata Menaker

Menurut Menteri Ketenagakerjaa, Ida Fauziyah, subsidi gaji gelombang II ini akan dilakukan melalui dua termin pembauaran. Saat ini pembayaran susidi gaji termin I selesai dilakukan 5 tahap, sedangkan untur termin II, Kemenaker akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Menurutnya juga, subsidi gaji gelombang II ini akan disalurkan pada akhir oktober atau paling lambat akan di salurkan awal November nanti.

Anggaran untuk subsidi gaji ini mencapat Rp. 37,7 triliun. Program bantuan subsidi gaji ini ditargetkan bagi 15,7 juta karyawan yang terdaftar sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan per 30 Juni 2020. Namun demikian, hingga batas yang ditentukan untuk penyerahan data penerima, BPJS Ketenagakerjaan hanya menerima 12.272.731 data pekerja. Dengan begitu sisa anggaran akan dikembalikan kepada Bendahara Negara. Rencananya akan dislaurkan untuk subsisi gaji/upah bagi guru honoror dan tenaga pendidik, baik itu di lingkup Kemendikbud maupun di kemenag.

Penyaluran Subsidi Gaji

Bantuan dari pemerintah berupa subsidi gaji untuk para pekerja ini telah disalurkan kepada 11.950.300 pekerja, atau dengan kata lain sebanyak 97,37% dari total penerima. Menaker terus mendorong agar pihak perbankan dapat mempercepat proses penyalurannya.

Dari data Kemenaker per 12 Oktober 2020, subsidi gaji tahap I telah disalurkan kepada 2.485.687 pekerja atau 99,43%. kemudian untuk tahap II, subsidi gaji disalurkan kepada 2.982.533 pekerja atau 99,38%. Lalu ditahap III sebanyak 3.476.361 penerima atau 99,32%, tahap IV sebanyak 2.579.703 penerima atau 97,20%, dan tahap akhir sebanyak 427.016 penerima atau 69,03%.

Persyaratan Penerima Bantuan

  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan nomor induk kependudukkan
  • Terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan
  • Pekerj/buruh penerima Gaji/Upah
  • Kepesertaan sampai dengan bulan juni 2020
  • Peserta aktif program jaminan sosial ketenaga kerjaan yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan gaji/upah di bawah Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) sesuai gaji/upah terakhir yang dilaporkan oleh pemberi kerja kepada BPS Ketenagakerjaan.
  • Memiliki rekening Bank yang aktif

Tata Cara Pemberian Subsidi Gaji/Upah

  • Data calon penerima bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah bersumber dari dara peserta aktif program jaminan sosial Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan
  • BPJS ketenagakerjaan melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah sesuai dengan persyaratan
  • Data yang telah diverifikasi dan divalidasi dituangkan dalam bentuk daftar calon penerima bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah
  • Daftar calon penerima bantuan pemerintah subsidi gaji/upah disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada Menteri dengan melampirkan: Berita acara, surat pernyataan mengenai kebenaran/kesesuaian data calon penerima bantuan yang telah diverifikasi dan divalidasi sesuai persyaratan berdasarkan data yang disampaikan oleh pemberi kerja
  • KPA menetapkan penerima Bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah berdasarkan daftar calon penerima bantuan pemerintah
  • Berdasarkan penetapan penerima bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upa, KPA menyampaikan surat perintah membayar langsung kepada kantor pelayanan perbendaharaan negara.
  • Kantor pelayanan Perbendaharaan negara menyalurkan bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah kepada penerima
  • proses penyaluran bantuan pemerintah subsidi gaji/upah oleh bank penyalur, dilakukan dengan pemindah bukuan dana dari bank kepada rekening penerima bantun dan dilakukan secara bertahap