Sudah Tahu? Konon Katanya Disinilah Pintu Gerbang Menuju Kerajaan Laut Selatan

360

Batu Karut menjulang menghadap teluk Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Batu-batu tersebut dipercaya sebagai gerbang menuju dunia lain tempat kerajaan Laut Selatan berada.

Susunan batu-batu kotak yang nyaris sempurna hingga membentuk segitiga setinggi kurang lebih 8 meter. Tumpukan batu geosite itu dikenal juga dengan sebutan Kekar Kolom Ignibrit.

Kekar kolom itu sendiri terbentuk ketika lava atau abu vulkanik yang sangat panas perlahan menjadi dingin secara alami, membuktikan bahwa keberadaan gunung api di masa lampau ada di lokasi tersebut.

Masyrakat setempat menyebut tumpukan batu itu dengan nama Batu Karut. Yang unik, bukan cuman satu, tumpukan baru dengan bentuk segitiga menjulang tersebut ada dua dan menyerupai pintu. Arahnya menuju kawasan pesisir pantai.

Dua tumpukan batu itu sendiri pada akhirnya dipercaya sebagai pintu gerbang menuju kerajaan di bawah lautan. Dan di lokasi inilah nama Palabuhanratu berasal.

Cerita itu sendiri dijelaskan dalam panel keterangan yang berada di dekat tumpukan batu, yang dalam panel tertulis "Menguak Lanskap Budaya dari Zaman Batu sampai Modern." Ya, kawasan Batu Karut ini memang masuk ke area bentangan Geopark Ciletuh PalabuhanRatu yang diakui oleh UNESCO.

Keberadaan batu Karut sendiri memang cukup unik. Tapi meskipun disebut-sebut sebagai pintu gerbang menuju kerajaan bawah laut tempat nyi Roro Kidul berkuasa, tidak sedikitpun ada rasa seram menyergap saat berdiri di sana.


Yang ada, keindahan teluk PalabuhanRatu ini malah menggelitik untuk menjepretkan kamera sekadar berselfie atau mengambil foto landscape keindahan pasir, batu dan lautan.

Nah setelah membahas soal pintu gerbang ke kerajaan Laut Selatan, kita beralih ke tempat Nyi Roro Kidul memadu kasih. Konon kabarnya, di sebuah petilasan di Wonogiri yang bernama Kahyangan katanya adalah tempat sang ratu memadu kasih dengan Raja Mataram.

Bagi sebagian besar orang, mendengar kata Kahyangan yang terbersit adalah suatu tempat di langit nan indah yang didalamnya banyak terdapat bidadari-bidadari cantik. Nah khusus Kahyangan satu ini, adalah sebuah petilasan Panembahan Senopati, sang pendiri kerajaan Mataram.

Dalam bahasa jawa, Petilasan itu merujuk pada suatu tempat yang pernah disinggahi atau didiami seseorang yang sangat penting untuk bertapa atau bertirakat mendapatkan wahyu.

Jika kamu berjalan sekitar lima menit dari petilasan tersebut kamu akan mendapat sebuah tempat yang diberi nama Pesiraman. Tempat ini berupa air terjun kecil dan kolam aliran sungai yang cukup dalam. Dan sesuai dengan namanya, di Pesiraman ini dulunya tempat mandi Danang Sutawijaya (nama sebelum Raja Mataram).

Dan di tempat inilah dipercaya pertama kalinya Panembahan Senopati bertemu dengan Ratu Kidul dan memadu kasih. Menurut cerita yang beredar, Ratu Kidul bersedia membantu mendirikan kerajaam Mataram asalkan Panembahan Senopati mau menjadikan Ratu Kidul sebagai istrinya.

Bahkan dalam perjanjian gaibnya, semua Raja Mataram di tanah Jawa harus menjadi suami Ratu Kidul. Suatu hari, konon seorang abdi dalem pernah memergoki mereka sedang memadu kasih. Ratu Kidul yang mengetahui hal itu lalu terkejut dan kembali ke Pantai Selatan.

Dalam proses perginya, Ratu Kidul tak sengaja menarik tasbih panembahan senopati hingga putus dan bijinya jatuh ke dalam air. Dan dimulai dari cerita inilah banyak sekali peziarah yang datang untuk mencari biji tasbih tersebut untuk digunakan sebagai batu cincin. Mereka percaya benda itu memiliki kesaktian dan banyak manfaatnya.

Nah buat kalian semua, meski tempat wisata itu terkasan angker, tapi tak usah khawatir selama menaati aturan yang ada, dan yang terpenting jaga kesopanan dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

[zombify_post]

Previous article10 Nama-Nama Unik dan Lucu yang Pernah Viral di Indonesia
Next articleCatat! 4 Warung Kaki Lima Ini Punya Harga Sultan, Air Kobokan Saja Rp 50 Ribu