Tengok Ransum Tentara Di 5 Negara Ini, Indonesia Paling Maknyoss

Menjadi seorang tentara harus sigap dalam keadaan apapun, bahkan tak menutup kemungkinan harus terus terjaga selama 24 jam. Tapi bagaimana kalau lapar datang menyerang di saat bertuhgas?

Ya, Tentara bagaimana pun tetap seorang manusia. Saat lapar ya musti makan, meski dalam kondisi darurat sekalipun. Tapi, soal makanan, para tentara mempunyai menu yang berbeda. Para tentara diketahui punya makanan yang dinamakan ransum.

Nah, membahas soal ransum, tentara di satu negara punya menu yang berbeda dengan tentara di negara lainnya. Semua disesuaikan dengan kondisi wilayah dan budaya yang ada. Misalnya Indonesia, tidak mungkin para tentara kita diberi ransum roti gandum.

Bisa-bisa mereka tidak kenyang karena belum ketemu sama nasi. Tapi biar tidak berpanjang lebar, berikut beberapa makanan wajib para tentara di berbagai negara yang mungkin diantaranya bisa bikin kamu ngiler.

Ransum Perancis, Berasa Makan Di Restoran

Makanan wajib bagi para tentara di Prancis layaknya menu di sebuah restoran ternama. Bagaimana tidak, ransum tentara Perancis tersedia dengan berbagai rasa. Kurang lebih ada 14 menu, dengan tujuh diantaranya mengandung daging babi dan tujuh lagi merupakan menu halal.

Ransum Perancis diberi nama Ration de Combat Individuelle Rechauffable (RCIR) yang jika diartikan adalah ransum tempur individu yang dapat dipanaskan. Di dalam makanan para tentara Prancis, ada Salmon, pasta tuna, ati ayam, ikan makarel, daging rusa, daging kelinci dan beragam menu mewah lainnya.

Sedangkan untuk minuman, para tentara Prancis bisa mendapatkan kopi sampai wine, wuih keren kan! Menurutnya, ransum tentara Prancis ini boleh dikata seperti makanan tuk kelas atas, ya.

China, Layaknya makanan biasa

Kontras dengan ransum milik tentara Prancis, kalau ransum dari China boleh dibilang kurang mengugah selera. Pasalnya, isinya hanya nasi goreng dengan daging babi ditambah satu bungkus saus tomat dan beberapa buah. Kelewat irit ya!

Ransum ini disajikan dengan menu sederhana bisa jadi guna menekan biaya pengeluaran biar tidak terlalu banyak. Tapi ya itu lagi, sepertinya nafsu makan dari para tentara China jadi berkurang. Tidak dibayangkan kalau militer China latihan bersama negara lain, bisa-bisa mereka iri melihat menu-menu personel lain.

Ransum Rusia, Makanan tuk orang sakit

Kalau di Indonesia, Ransum milik tentara Rusia ini hanya diperuntukkan buat orang sakit. Sebabnya, Ransum ini hanya berisi sereal gandum dan jagung. Selain itu sosis roti dan mentega juga ditambahkan sebagai tambahan gizi.

Untuk minumnya, kadang disuguhi teh, susu atau air putih biasa. Kalau tentara lain ditawari makan ransum tentara Rusia ini, jelas tidak ada yang mau. Apalagi kalau ditawarkan ke tentara Perancis, malah muntah semua.

Kanada, Tiap tahun ganti menu

Mungkin karena kasihan para tentara-nya terus menerus diberi menu yang sama, Kanada lantas membuat menu yang berbeda setiap tahunnya. Ransum milik Kanada ini diberi nama IMP (Individual Meal Pack) yang kali pertama diperkenalkan pada tahun 1981.

Menu utama IMP ini dipastikan berubah setiap tahunnya, kadang sup instan, sup kentang, ada juga nasi. Kandungan kalori pada ransum tentara Kanada ini sangat tinggi bisa mencapai 1.200 kalori per set menu.

Kalori tersebut sebenarnya sudah melebihi apa yang telah ditetapkan oleh NATO. Dengan kalori sebanyak itu, bukannya sehat, bisa-bisa-tentara di Kanada malah gendut semua.

Indonesia, Selera Nusantara

Sudah bukan rahasia kalau masakan Indonesia terkenal karena kelezatannya. Mungkin itulah yang kemudian menginspirasi dibuatnya ransum tuk tentara kita bercita rasa masakan asli Indonesia. Ada sate ayam, gulai, rendang dan masakan Indonesia lainnya.

Bisa dibilang, ransum tentara Indonesia ini yang paling enak di dunia. Bahkan seorang Youtuber Rusia pernah mengupload video mengenai lezatnya ransum tentara Indonesia setelah mereka mencicipi.

Mungkin ini rahasia dari tentara-tentara kita, masakan yang enak membuat mereka jadi tambah semangat bangsa dan negara. Kalau masalah makanan, Indonesia memang jagonya.