Tim Bulu Tangkis Indonesia Dipaksa Mundur dari All England

77

Pada Hari Rabu 18 Maret 2021, BWF secara resmi mengumumkan bahwa seluruh pemain Indonesia harus mundur dari turnamen Yonex All England dan tidak boleh main lagi dalam pertandingan tersebut. Permasalahan ini disebabkan karena adanya satu orang penumpang pesawat dalam satu penerbangan dengan tim Indonesia dari Istanbul ke Birmingham dinyatakan positif Covid-19.

Keputusan  sepihak dari BWF ini membuat dunia bulu tangkis gempar. Karena semua orang tahu bahwa tim bulu tangkis Indonesia didominasi oleh pemain-pemain unggulan dan berpotensi menjurai turnamen tertua edisi ke-111 tersebut.

Disoroti Media Malaysia

http://ultimagz.com/olahraga/berikan-perlawanan-sengit-indonesia-raih-perak-bulu-tangkis-beregu-putra-asian-games-2018/
Salah satu Media Malaysia, The Star bahkan sempat membuat ulasan khusus yang menunjukkan betapa marahnya Indonesia atas keputusan sepihak dan final yang diambil oleh pihak BWF tersebut. Media tersebut menyoroti komentar Menteri Olah Raga Indonesia, Zainudin Amali yang mempertanyakan alasan masuk akal dari dicoretnya tim bulu tangkis Indonesia.

Setelah mengeluarkan pernyataan tentang pencoretan tim Indonesia, BWF tidak menanggapi pernyataan zainudin Amali itu. hal ini membuat isu penarik Indonesia dari All England semakin heboh di media sosial. Tagar #BWFMustBeResponsible menjadi trending Twitter di Indonesia pada hari kamis kemarin.

Tunggal Putri Turki Masih Boleh Main Walaupun Satu Pesawat

https://www.zimbio.com/photos/Neslihan+Yigit/Olympics+Day+4+Badminton/gEvvDNH8vrH

Dipaksa Mundur dari Turnamen All England kepada para pemain tim Indonesia ini dianggap tidak adil. Sebab, salah satu tunggal putri turki asal turki, Neslihan Yigit masih boleh bermain walaupun diketahui satu pesawat degan Indonesia.

Dilansir dari Indosport nama Neslihan Yigit masih terpampang pada jadwal pertandingan babak kedua (16 besar). Pihak PBSI sendiri telah melaporkan temuannya itu kepada pihak penyelenggara turnamen All England 2021.

Tentu saja hal itu membuat netizen dan pecinta bulu tangkis Indonesia gempar. Hal ini kemungkinan terjadi sebab Neslihan Yigit tidak mendapat e-mail dari pemerintah Inggris secara langsung untuk melakukan isolasi mandiri. Sementara dalam kasus tim Indonesia, sebanyak 20 dari 24 anggota Tim Indonesia mendapatkan e-mail dari Pemerintah Inggris untuk menjalani karantina.

Sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris dan NHS, tim bulu tangkis Indonesia harus menjalani Isolasi mandiri selama 10 hari hingga 23 Maret 2021 di Crowne Plaza Birmingham City Center. Hal ini cukup disayangkan sebab keputusan pemerintah Inggris ini bersifat final bahwa BWF juga tidak bisa melakukan intervensi.

Tim Indonesia Kalah Walkover

https://republika.co.id/berita/qfrwq2313/marcus-gideon-resmikan-akademi-bulutangkis
Tim Indonesia sendiri memberangkatkan tujuh wakilnya ke turnamen All England, termasuk Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran) sang juara bertahan. Dari tujuh wakil yang dikirim, pasangan ganda putri Greysia Polli/Apriyani Rahayu memang sudah walkover dari babak pertama dan telah dijadwalkan bertanding pada hari kamis 18 Maret 2021.

Kemudian pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sudah bertanding dan meraih kemenangan, begitu pun dengan tunggal putra Jonatan Christie.

Sementara itu, empat wakil yang belum bertanding yaitu Praveen/Melati, Anthony Ginting, Fajar Alfian/Rian Ardianto telah dinyatakan kalah secara Walk over.

Muhammad Ahsan Tidak Mendapat Email dari NHS

https://www.djarumbadminton.com/internasional/berita/read/jepang-open-2018-terpaksa-mundur/

Terdapat empat orang tim Indonesia yang tidak mendapat e-mail dari NHS. Yaitu Mohammad Ahsan (atlet Ganda Putra), Irwansyah (asisten pelatih tunggal putra), Iwan Hermawan (Kasubin Sport Science PBSI), dan Gilang (masseur). Namun, Muhammad Ahsan tetap tidak bisa melanjutkan pertandingan karena pasangannya Hendra Setiawan harus menjalani karantina. Padahal pasangan ganda Putra itu telah memastikan lolos ke babak kedua All England 2021.

Keputusan dari Pemerintah Inggris ini pada Akhirnya membuat seluruh pemain Indonesia harus mundur dari All England.

Previous articleJarang Diketahui Orang, Ini Fakta Tak Terduga Dari Mumi Di Papua
Next articleInilah Tanda Kamu Berlebihan Dalam Menghubungi Pasangan