Usai Dibunuh, Ferdy Sambo Perintahkan ART Bersihkan Darah Brigadir J di Lantai

11
Usai Dibunuh, Ferdy Sambo Perintahkan ART Bersihkan Darah Brigadir J di Lantai
Sumber : Tempo

Usai Dibunuh, Ferdy Sambo Perintahkan ART Bersihkan Darah Brigadir J di Lantai – Ferdy Sambo mengaku memerintahkan asisten rumah tangganya membersihkan berkas darah Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang berada di lantai setelah dia dibunuh di samping tangga lantai 1 rumah dinasnya, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022.

Ferdy Sambo menuangkan keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan. Dalam BAP tersebut, Ferdy mengatakan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto tiba belakangan di TKP.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Rhekynellson Soplanit tiba pertama kali di TKP setelah dihubungi Ferdy karena rumahnya bersebelahan dengan rumah dinas Ferdy.

Usai Dibunuh, Ferdy Sambo Perintahkan ART Bersihkan Darah Brigadir J di Lantai
Sumber : Tempo

Setelah itu, datang anggota Satreskrim Polres Jakarta Selatan untuk melakukan olah TKP. Brigjen Benny Ali dan Brigjen Hendra Kurniawan pun hadir di sana saat olah TKP.

Mantan Kepala Biro Provost Polri Brigjen Benny Ali disebut Sambo sebagai orang yang pertama kali dia hubungi usai dia merekayasa TKP.

Dalam BAP-nya, Ferdy mengungkapkan Kombes Budhi Herdi Susianto sempat bertanya kepada asisten rumah tangga alasannya membersihkan bekas darah itu dan dijawab atas perintah Ferdy Sambo.

Kepada penyidik, Sambo beralasan memerintahkan itu karena sudah mendapatkan izin dari Ridwan yang menyatakan olah TKP sudah selesai.

Baca Juga : Pernyataan Mahfud MD Terkait Kuasa Hukum Brigadir J Diusir saat Rekonstruksi, : Ini Kasus Pidana yang Berhak Bawa Pengacara Itu Tersangka

Ferdy Sambo minta ajudan menghajar bukan menembak

Ferdy juga mengungkap percakapan dia dengan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto.

Sambo sempat menceritakan kepada Budhi soal peristiwa di Magelang dan skenario tembak menembak antara Brigadir J dengan Bharada Richard Eliezer.

Ferdy Sambo pun kembali mengulangi permintaannya agar penanganan kasus ini tak dibesar-besarkan karena merasa malu.

Ferdy Sambo mengaku ia tidak memerintahkan menembak Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dan hanya memerintahkan ajudannya untuk menghajar Yosua pada 8 Juli 2022 saat meminta penjelasan terkait peristiwa di Magelang.

Berdasarkan pengakuannya kepada penyidik, Ferdy Sambo tidak ikut menembak Yosua. Bahkan, ia menyatakan hanya memerintahkan Richard untuk menghajar Yosua. Pun mengaku panik dan bingung ketika melihat Yosua terkapar.

“Akhirnya saya reflek mengambil senjata Brigpol Nofriansyah Joshua jenis HS dan saya menembakkan ke dinding atas tangga beberapa kali sehingga seolah-olah ada kejadian tembak menembak,” kata Ferdy dalam Berita Acara Pemeriksaan.

Ferdy menyatakan tak ingat berapa kali dia melepaskan tembakan ke arah dinding. Dia hanya ingat meletakkan pistol HS-9 itu di sebelah jenazah Yosua.

Cerita versi Ferdy Sambo ini berbeda dengan keterangan yang pernah disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada publik, dan BAP terakhir Richard Eliezer. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, 24 Agustus lalu.

Kapolri sempat menyatakan bahwa fakta yang ditemukan tim khusus bentukannya adalah Bharada E menembak Yosua atas perintah Ferdy.

Bharada Richard Eliezer, dalam BAP-nya, juga mengatakan dirinya mendapat perintah Ferdy Sambo untuk membunuh Yosua.

Ketika ditanya soal keterangan Ferdy Sambo tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo enggan memastikannya. “Itu ranah penyidik,” ucapnya.

Previous articlePernyataan Mahfud MD Terkait Kuasa Hukum Brigadir J Diusir saat Rekonstruksi, : Ini Kasus Pidana yang Berhak Bawa Pengacara Itu Tersangka
Next articleInilah Sosok Isra Mashel, Anak Pengacara Sandy Arifin yang Jadi Pengibar Bendera HUT RI