Viral! Begini Proses Pencernaan Mie Instan Dalam Perut Manusia Setelah 32 Jam Dimakan

175

Seorang dokter meneliti proses perjalanan mie instan dalam perut manusia. Hasilnya mengejutkan karena mie instan ternyata membutuhkan proses metabolisme yang cukup lama.

Sebelumnya, seorang pria di Bogor mengaku divonis tidak bisa lagi makan mie instan seumur hidupnya. Radang kerongkongan yang dialaminya dikhawatirkan berkembang jadi kanker.

Pria berinisial T tersebut punya kebiasaan makan mie instan sejak 2008 saat masih kuliah di Jakarta. Dalam sepekan, T sanggup menghabiskan setengah kardus mie instan baik goreng ataupun kuah. Tak main-main, dalam tiga minggu, ia mampu menghabiskan tiga kardus mie, yang mana satu kardus mie berisi hingga 40 bungkus. Jika dirata-ratakan, dalam sehari si T melahap mie instan hingga 5 bungkus.

Hingga akhirnya si T mulai membatasi diri hanya makan mie instan 1-2 kali sepekan. Namun keputusan yang diambilnya pada tahun 2012 tersebut sudah terlambat. Pada 2020, kerongkongan dan lambungnya terasa panas seperti terbakar, disertai muntah darah sampai dua kali.

Berdasarkan pemeriksaan gastroskopi, ada radang di kerongkongan dan tingkatannya mulai parah. Menurut T, sejak saat itu dokter melarangnya makan mie instan untuk selama-lamanya.

Nah, bagaimana sih proses pencernaan mie instan sampai kondisi si T ini bisa sampai parah begini?

Dilansir dari Life Hack, seorang dokter yang secara khusus meneliti proses pengolahan mie instan di dalam perut manusia, mendapati fakta bahwa ternyata mie instan cenderung membutuhkan waktu lama untuk diproses. Organ tubuh juga dipaksa bekerja lebih keras saat mie instan mulai masuk ke dalam perut.

Dr Kuo yang meneliti hal ini terlebih dahulu memasukkan kamera berukuran kecil ke dalam perut orang yang baru saja menyantap mie instan. Ia lalu membandingkan dengan orang yang makan mie segar buatan sendiri.

"Hal yang paling mengejutkan tentang percobaan kami ini adalah melihat pada interval waktu, katakanlah satu hingga dua jam, mie instan yang diproses dalam perut tidak terlalu hancur dibandingkan mie buatan sendiri." kata Dr Kuo.

Dalam rekaman kamera, terlihat setelah dua jam, mie segar sudah hampir sepenuhnya bisa dicerna, organ dalam tubuh juga memecah mie sebagaimana mestinya. Dibandingkan dengan mie instan, bentuknya masih utuh meski sudah dicerna selama 2 jam.

Bahkan hingga kamera mikro seukuran kapsul tersebut merekam aktivitas perut selama 32 jam, organ perut masih bolak-balik mencoba menggiling mie instan. Seakan-akan organ dalam perut dipaksa terus menerus menghancurkan tekstur mie instan agar bisa masuk dalam tahap metabolismen selanjutnya.

Penelitian ini membuktikan kalau mie instan begitu sulit dicerna dalam tubuh, bayangkan jika anda sampai memakan mie instan seperti T yang bisa mencapai 5 bungkus mie sehari, weleh.. weleh…

Menurut Dr Kuo, bahan yang membuat mie instan sulit dicerna adalah pengawet Terriary-Butyl Hydroquinone (TBHQ) yang merupakan zat adiktif dan biasa dipakai dalam makanan olahan murah seperti mie instan serta popcorn instan.

Memang, penelitian Dr Kuo ini masih minim data. Masih diperlukan serangkaian tes lainnya untuk menguji kebenaran fakta soal mie instan, termasuk mendapatkan data yang valid. Namun sebagai langkah antisipasi, sebaiknya mulai sekarang kurangi konsumsi makanan olahan dan makanan instan agar organ tubuh tetap sehat dan bekerja normal sebagaimana mestinya.

[zombify_post]

Previous article5 Kebiasaan Anak Muda yang Bisa Membuat Hidup Makin Terpuruk
Next articleDikejar Kolektor! Punya 5 Uang 90-an Ini Bisa Bikin Kamu Kaya Mendadak